TROUBLESHOOTING

Masalah-masalah pada Android

1.PULSA TERUS TERSEDOT

Masalah ini sering muncul karena Android sangat identic dengan koneksi internet. Banyak aplikasi-aplikasi android yang secara tidak langsungmembutuhkan koneksi internet. Seperti, jika aplikasi facebook, twitter, atau aplikasi chatting yang lain sedang di-run pada background, maka secara tidak langsung pulsa akan tersedot karena koneksi internet terus berjalan. Apalagi jika kita bermain game, akan ada iklan-iklan yang muncul, juga disebabkan oleh koneksi internet.

Solusinya adalah:

¨menonaktifkan koneksi internet
¨Jika kita tidak membutuhkan koneksi internet, kita bias menonaktifkannya dengan cara masuk ke setting>>wireless and network>>more>>mobile networks>>lalu hilangkan centang pada opsi mobile data.
¨Menggunakan paket internet yang disediakan oleh provider yang kita gunakan.
2. BATERAI CEPAT HABIS

  Ini sering terjadi karena penggunaan perangkat secara berlebihan.

Solusinya adalah:

¨Kurangi tingkat kecerahan pada layar perangkat android
¨Jika kita berada di tempat yang memiliki pencahayaan yang baik dan terang, sebaiknya kita mengurangi tingkat kecerahan layar untuk memperlama daya tahan baterai
¨Jangan gunakan Live Wallpaper
¨Live Wallpaper adalah wallpaper yang memiliki animasi yang bergerak dan wallpaper ini membutuhkan konsumsi baterai yang lebih banyak daripada wallpaper biasa.
¨Kurangi penggunaan widget pada layar home Android
¨Tutup aplikasi yang tidak digunakan
¨Pada perangkat android smartphone, tekan agak lama tombol home (tombol tengah), lalu slide ke arah samping(kiri atau kanan) untuk menutup aplikasi-aplikasi yang berjalan pada background. Cara lain adalah menggunakan pilihan “optimize” pada aplikasi GO POWER MASTER.
¨Matikan koneksi internet saat tidak dibutuhkan
¨Jangan terlalu sering bermain game dan browsing di internet karena konsumsi baterainya yang banyak.

SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA

Sejarah Etika Komputer

Sesuai awal penemuan teknologi komputer di era 1940-an, perkembangan etika komputer juga dimulai dari era tersebut dan secara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang ini.

Era 1940 – 1950-an

Munculnya etika komputer sebagai sebuah bidang studi dimulai dari pekerjaan profesor Norbert Wienern profesor MIT. Selama perang dunia II awal tahun 1940-an membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat.

Pada perkembangannya, penelitian dibidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidang riset baru, disebut cybernetics atau the science of information feedback systems. Konsep cybernetics tersebut dikombinasikan dengan komputer digital yang dikembangkan saat itu.

Dalam konsep penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi sosial dan konsekuensi etis dari perkembangan teknologi informasi. Di tahun 1948, didalam bukunya Cybernetics, dikatakan bahwa mesin komputasi modern pada prinsipnya merupakan sistem jaringan syaraf yang juga merupakan peranti kendali otomatis. Dalam pemanfaatan mesin tersebut, manusia akan dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”, sekaligus “malapetaka”.

Pada tahun 1950, Wiener  menerbitkan buku berjudul The Human Use of Human Beings, buku ini mencakup beberapa bagian pokok tentang hidup manusia, prinsip-prinsip hukum dan etika di bidang komputer. Bagian –bagian pokok adalah sebagai berikut :

  1. Tujuan hidup manusia.
  2. Empat prinsip-prinsip hukum.
  3. Metode yang tepat untuk menerapkan etika.
  4. Diskusi tentang masalah-masalah pokok dalam etika komputer.
  5. Contoh topik kunci tentang etika komputer.

Download file: Sejarah Etika Komputer

PEKERJAAN, PROFESI, DAN PROFESIONAL

Mengapa manusia harus bekerja? Benarkah hanya untuk memenuhi dan mencukupi
kebutuhannya? Atau, karena alasan lain, tidak sekedar memenuhi kebutuhan hidup?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu di lontarkan untuk memenuhi hakikat manusia sebagai
manusia sebagai makhluk yang bekerja, bahwa terlepas sebagai usaha pemenuhan kebutuhan
hidupnya, manusia adalah makhluk pekerja.

Manusia dan Kebutuhannya
Sebagai makhluk yang istimewa, untuk melengkapi kehidupannya, manusia harus
bekerja keras dan berkarya. Karya tersebut di lakukan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan
yang ada dalam kehidupannya. Bicara tentang kebutuhan manusia, Abdulkadir Muhamad
(2001) mengklarifikasikan kebutuhan manusia menjadi empat kelompok:
1. Kebutuhan ekonomi.
2. Kebutuhan psikis.
3. Kebutuhan biologis.
4. Kebutuhan pekerjaan.
Kebutuhan ekonomi merupakan kebutuhan yang bersifat material, baik harta maupun
benda yang di perlukan untuk kesehatan dan keselamatan hidup manusia. Kebutuhan ini
misalnya sandang, pangan, dan papan.

Kebutuhan psikis, merupakan kebutuhan yang bersifat non material untuk kesehatan
dan ketenangan manusia secara psikologi, biasa juga di sebut kebutuhan rohani, seperti agama,
pendidikan, hiburan dan lain-lain.

Kebutuhan biologis, merupakan kebutuhan untuk kelangsungan hidup manusia dari
generasi ke generasi. Kebutuhan ini sering juga di sebut kebutuhan seksual yang di wujudkan
dalam perkawinan, membentuk keluarga dan lain sebagainya.

Kebutuhan pekerjaan, merupakan yang bersifat praktis untuk mewujudkan kebutuhankebutuhan
yang lain. Kebutuhan pekerjaan ini misalnya adalah profesi, perusahaan dan lain
sebagainya.

Sihlakan download disini: Pekerjaan, Profesi dan Profesional

Meningkatkan Profesionalisme Di Bidang Teknologi Informasi

Teknologi informasi merupakan teknologi yang selalu berkembang baik secara revolusioner (seperti perkembangan dunia perangkat keras) maupun yang lebih bersifat evolusioner (seperti yang terjadi pada perkembangan perangkat lunak). Hal itu mengakibatkan bahwa pekerjaan di bidang teknologi informasi menjadi suatu pekerjaan di mana pelakunya harus terus mengembangkan ilmu yang dimilikinya untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi tersebut. Artinya, seseorang yang sudah sampai pada level ahli di satu bidang pada saat ini, bisa ketinggalan pada bidang yang sama di masa depan jika tidak mengikuti perkembangan yang ada.

Download full: (Etika dan Profesi) Meningkatkan Profesionalisme Di Bidang Teknologi Informasi

Berorientasi Pada Tindakan

Salah satu ciri seorang pengusaha adalah pikirannya yang lebih berorientasi pada tindakan (action) dari pada sekedar bermimpi, berkata – kata, berpikir – pikir, atau berwacana. Seorang pengusaha selalu menghadapi resiko, ketidakpastian dan keterbatasan dalam setiap masalah yang di hadapi. Kalau ia hanya berkata – kata dan tak bertindak, segala kesempatan yang ada berubah menjadi bencana (kerugian).

8 Habits of Highly Effective People

Menurut covey, manusia yang efektif adalah manusia yang dilandasi oleh sikap-sikap :

Adil (fairnes)

Mengedepankan  Persamaan (equity)

Memiliki Integritas (integrity)

Jujur (honesty)

Martabat dan Keseimbangan

Mau Melayani

Sabar

Tekun

Peduli

Keteguhan Hati  dan

Senantiasa Berpikir Positif.

 

Untuk lebih lanjut sihlakan download disini: Berorientasi Pada Tindakan

Berpikir Perubahan

1. PENDAHULUAN

Setiap hari kita menyaksikan perubahan. Pohon-pohon berubah menjadi lebih besar, namun juga ada yang semakin kering dan mati. Sungai berubah dari hari ke hari, kadang ia banjir dan kadang ia meluap, lalu surut dan menjadi kering. Demikian pula diri kita. Kita bertambah umur dan selalu ada yang baru. Kita berubah secara perlahan-lahan.

Dalam dunia usaha kita juga menyaksikan perubahan. Produk-produk baru selalu bermunculan menggantikan produk-produk lama, warung-warung dan restoran baru, tempat-tempat wisata dan sebagainya selalu datang mengantikan yang lama

Dulu untuk memotret kita harus menggunakan film rol yang dibeli tepisah dengan kamera. Sekarang, usaha yang dirintis oleh Kodak dan Fuji film tersebut mengalami kemunduran digantikan dengan kamera-kamera digital. Dan kini kamera pun terancam oleh hand phone yang juga dilengkapi oleh kamera. Hal serupa juga dialami oleh produsen mesin tik yang tergantikan dengan komputer, mesin faksimile yang tergantikan oleh internet dan Nokia tergantikan oleh Black Berry.

Perhatikan bagaimana nasib pada pemilik restoran yang banyak menjamur di daerah Puncak dan Cipanas menyusul dibukanya jalan baru Jakarta-Bandung melalui jalan tol yang hanya ditempuh dalam tempo 2 jam. Perhatikan juga pengusaha yang sudah menanam resiko pada produk-produk hoby seperti ikan Lohan dan pohon Gelombang Cinta.

Banyak entrepeneur yang tidak menyadari bahwa dunia ini penuh denan perubahan dan mereka tidak boleh duduk-duduk enak melewati hidup dari keuntungan tanpa kewaspadaan. Perubahan bisa terjadi setiap saat namun manusia selalu menyangkalnya dan tetap asyik dengan harapan-harapannya yang seakan-akan hidup dan nasibnya tidak pernah ada perubahan.

 

Manusia melihat perubahan, tetapi manusia tidak mampu melihatnya. Punya mata tetapi tidak melihat, sama seperti orang-orang yang berharta tetapi tidak berderma. Karena manusia selalu menyangkal realita-realita baru dan terbelenggu oleh realita-realita lama, rutinitas dan enggan berpikir tentang hal-hal yang baru. Semua itu terbentuk oleh mindset kita.

 

untuk lebih lanjut silahkan download disini: (Kewirausahaan) BERPIKIR PERUBAHAN